Tuesday, September 29, 2015

Mengenal Atlet-Atlet NTB di Ajang Pelatda (17)


Berprestasi, Mandiri dan Sibuk Sekali

Berprestasi dalam cabang olahraga voli, Dhita Juliana tidak meremehkan pendidikannya. Bahkan berani kuliah di dua perguruan tinggi. Kini ia tumbuh menjadi gadis mandiri yang memiliki penghasilan sendiri.

AZWAR ZAMHURI – MATARAM

Orangtua mana yang tak bangga memiliki anak sejak usia dini berprestasi nasional. Mulyadi dan Nurmala patut berbesar hati dengan semua torehan yang telah dipersembahkan sang anak.
Malam itu ia mengenakan kaos oblong, dengan rambut terurai begitu nampak bersahaja. sembari duduk santai di dalam asrama Atlet Pelatda, obrolan mengenai dirinya pun mengalir begitu saja. Sesekali ia tertawa dari bibir murah senyum itu.
Dhita, sapaan akrabnya, memang bersinar sejak duduk di bangku SDN 68 Kota Bima. Timnya berhasil menjadi juara satu dalam Kejuaraan Voli Usia Dini tingkat Nasional. Tak heran jika dirinya menjadi lebih serius berlatih Voli.
Setelah lulus di SMP 2 Kota Bima, ia melanjutkan pendidikannya ke SMA 2 Kota Bima. Namun baru saja menginjak sekolah disana,  ia lansung ditarik ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB. Atlet kelahiran 7 Juli 1993 di Kota Bima itu pun lansung pindah sekolah ke SMA 2 Mataram.
“Saat mau pindah ke Mataram awalnya mama gak ngasi, kalau ayah sih mendukung. Tapi karena mungkin mama melihat saya benar-benar ingin geluti Voli, akhirnya direstui juga deh,” ucap Dhita yang mengaku hobby baca komix dan novel.
Keseriusan yang dimilkinya terbukti tidak sia-sia. Dhita termasuk Atlet NTB yang diboyong ke Riau saat PON 2012 lalu. Tak hanya itu, Sea Games 2011 pernah juga diikutinya bersama tim mewakili Indonesia. Sangat rasional jika cita-citanya ingin merasakan tampil dalam Atmosfir Olimpiade. “Saya sudah ikut PON mas, sudah ikut Sea Games juga. Suatu saat nanti pengen banget saya bisa di Olimpiade,” bebernya.
Prestasi gemilang yang diraih Dhita diakuinya karena latihan yang serius. Hebatnya lagi ia benar-benar mengisi masa muda dengan aktivitas positif untuk masa depan. Itu terbukti dulu ia kuliah di dua tempat. Saat semester V jurusan hukum di UNIZAR, Dhita mendaftar lagi sebagai mahasiswai jurusan FPOK di IKIP Mataram.
“Sekarang saya semester VI di IKIP mas, kalau di Unizar tahun 2014 kemarin saya wisuda. Dan saya sudah kerja di DIKPORA setelah wisuda itu, sama dah kayak yang lain diakomodir karena prestasi olahraga,” ungkapnya.
Dhita mengaku sekarang sudah merasa bisa mandiri karena Voli. Menjalani hari-hari untuk latihan, kuliah dan kerja membuatnya terlihat sibuk sekali. “Banyaknya kegiatan membuat kita tidak punya waktu untuk patah hati mas. Kalau hati tersakiti paling pas sendirian di kamar aja teringat,” ujar Atlet yang masih single tersebut.
Sebagai seorang wanita normal, terkadang ia mengalami kejenuhan dengan dunia Voli. Namun sang pelatihlah yang terus memberikan motivasi saat kehilangat semangat. “Siapapun pasti pernah mengalami titik jenuh, ya termasuk saya. Tapi pelatih saya Agus Salim sangat hebat, beliau bisa membuat kita agar terus ingin meraih prestasi lebih banyak lagi,” papar Dhita.
Kini ia merasa hidupnya memang untuk Voli. Dengan tidak meninggalkan pendidikan di kampus dan pekerjaannya yang sudah ada. Berprestasi serta mandiri adalah buah dari kesungguhan atas semua jerih payahnya selama ini.
Dhita Juliana berkomitmen akan terus memberikan yang terbaik, termasuk menargetkan lolos prakualifikasi PON XIX mendatang. “Yang penting lolos PON dulu ya, itu dah yang menjadi target tahun ini. Kalau masalah nikah saya belum kepikiran mas,”  terangnya. Bersambung

No comments:

Post a Comment