Berprestasi, Mandiri dan Sibuk Sekali
Berprestasi dalam cabang olahraga voli, Dhita Juliana tidak meremehkan pendidikannya. Bahkan berani kuliah di dua perguruan tinggi. Kini ia tumbuh menjadi gadis mandiri yang memiliki penghasilan sendiri.
AZWAR ZAMHURI – MATARAM
Orangtua mana yang tak bangga memiliki anak sejak usia dini berprestasi nasional. Mulyadi dan Nurmala patut berbesar hati dengan semua torehan yang telah dipersembahkan sang anak.
Malam itu ia mengenakan kaos oblong, dengan rambut terurai
begitu nampak bersahaja. sembari duduk santai di dalam asrama Atlet Pelatda, obrolan
mengenai dirinya pun mengalir begitu saja. Sesekali ia tertawa dari bibir murah
senyum itu.
Dhita, sapaan akrabnya, memang bersinar sejak duduk di bangku
SDN 68 Kota Bima. Timnya berhasil menjadi juara satu dalam Kejuaraan Voli Usia
Dini tingkat Nasional. Tak heran jika dirinya menjadi lebih serius berlatih
Voli.
Setelah lulus di SMP 2 Kota Bima, ia melanjutkan pendidikannya
ke SMA 2 Kota Bima. Namun baru saja menginjak sekolah disana, ia lansung ditarik ke Pusat Pendidikan dan
Latihan Pelajar (PPLP) NTB. Atlet kelahiran 7 Juli 1993 di Kota Bima itu pun
lansung pindah sekolah ke SMA 2 Mataram.
“Saat mau pindah ke Mataram awalnya mama gak ngasi, kalau
ayah sih mendukung. Tapi karena mungkin mama melihat saya benar-benar ingin
geluti Voli, akhirnya direstui juga deh,” ucap Dhita yang mengaku hobby baca
komix dan novel.
Keseriusan yang dimilkinya terbukti tidak sia-sia. Dhita
termasuk Atlet NTB yang diboyong ke Riau saat PON 2012 lalu. Tak hanya itu, Sea
Games 2011 pernah juga diikutinya bersama tim mewakili Indonesia. Sangat
rasional jika cita-citanya ingin merasakan tampil dalam Atmosfir Olimpiade. “Saya
sudah ikut PON mas, sudah ikut Sea Games juga. Suatu saat nanti pengen banget
saya bisa di Olimpiade,” bebernya.
Prestasi gemilang yang diraih Dhita diakuinya karena latihan
yang serius. Hebatnya lagi ia benar-benar mengisi masa muda dengan aktivitas positif
untuk masa depan. Itu terbukti dulu ia kuliah di dua tempat. Saat semester V
jurusan hukum di UNIZAR, Dhita mendaftar lagi sebagai mahasiswai jurusan FPOK di
IKIP Mataram.
“Sekarang saya semester VI di IKIP mas, kalau di Unizar tahun
2014 kemarin saya wisuda. Dan saya sudah kerja di DIKPORA setelah wisuda itu,
sama dah kayak yang lain diakomodir karena prestasi olahraga,” ungkapnya.
Dhita mengaku sekarang sudah merasa bisa mandiri karena Voli.
Menjalani hari-hari untuk latihan, kuliah dan kerja membuatnya terlihat sibuk
sekali. “Banyaknya kegiatan membuat kita tidak punya waktu untuk patah hati
mas. Kalau hati tersakiti paling pas sendirian di kamar aja teringat,” ujar
Atlet yang masih single tersebut.
Sebagai seorang wanita normal, terkadang ia mengalami kejenuhan
dengan dunia Voli. Namun sang pelatihlah yang terus memberikan motivasi saat
kehilangat semangat. “Siapapun pasti pernah mengalami titik jenuh, ya termasuk
saya. Tapi pelatih saya Agus Salim sangat hebat, beliau bisa membuat kita agar
terus ingin meraih prestasi lebih banyak lagi,” papar Dhita.
Kini ia merasa hidupnya memang untuk Voli. Dengan tidak meninggalkan
pendidikan di kampus dan pekerjaannya yang sudah ada. Berprestasi serta mandiri
adalah buah dari kesungguhan atas semua jerih payahnya selama ini.
Dhita Juliana berkomitmen akan terus memberikan yang terbaik,
termasuk menargetkan lolos prakualifikasi PON XIX mendatang. “Yang penting
lolos PON dulu ya, itu dah yang menjadi target tahun ini. Kalau masalah nikah
saya belum kepikiran mas,” terangnya. Bersambung

No comments:
Post a Comment