Bernazar
Menikah Jika Dapat Emas
Segudang prestasi telah dipersembahkan untuk daerahnya, namun
persoalan cinta tak seirama dengan kecemerlangan yang diperoleh. Indrya
Milasari pernah gagal menikah karena diselingkuhi oleh pria yang sangat
dicintainya.
AZWAR
ZAMHURI – MATARAM
Seluruh pencinta olahraga di Gumi Gora tentu tidak asing lagi
mendengar nama Indrya Milasari. Atlet Pencak Silat ini wajahnya sudah familiar
di surat kabar daerah. Tahun lalu saja emas berhasil dipersembahkan untuk NTB
dalam PON XIII 2012 Riau.
Atlet yang pernah bercita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan)
ini mengaku tak ingin lagi mengalami gagal cinta membangun mahligai pernikahan
seperti PON 2012 lalu. Dalam janjinya, ia akan segera menikah setelah berhasil
mempersembahkan emas pada PON mendatang.
“Sebenarnya 2012 saya mau menikah mas, tapi gak jadi karena
kami putus. Dia selingkuhi saya waktu itu,” ceritanya pada Radar Lombok. Sejak
itu Mila tak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama, karena itu sangat
menyakitkan.
Indrya Milasari merupakan Atlet NTB yang tergabung di Pelatda
untuk ketiga kalinya. Berasal dari keluarga silat, sejak sekolah di SD 1 Bleka
Lombok Barat ia dituntut agar menekuni silat. “Ayah saya kan pelatih di perguruan
Cempaka Putih, jadi mau tidak mau saya diharuskan ikut latihan,” ungkap gadis
yang lahir 17 Juni 1989 ini.
Saat sekolah di SMP 1 Gerung, ia dipercaya mengikuti
mengikuti kejuaraan Gubernur Cup. Mila pun berhasil menyabet emas dalam
kejuaraan tersebut. Kemudian ia bergabung di PPLP NTB ketika sudah masuk SMA 2
Mataram. Kini Mila masih tercatat sebagai mahasiswi semester XII jurusan FPOK
di IKIP Mataram.
“Saya belum wisuda memang, karena dulu waktu semester V ambil
cuti untuk fokus mengikuti kejuaraan-kejuaraan di luar daerah,” terangnya.
Prestasi yang telah diukir oleh seorang Indrya Milasari
memang cukup membanggakan Cindra Bagas Alam dan Farida selaku orangtuanya.
Diantaranya mendapatkan dua kali emas dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional
(POPNAS, tiga kali mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Kejuaraan antar
PPLM , mengikuti PON 2008 dan 2012. Lengkap sudah pengalaman yang telah
didapatkannya.
Atas semua prestasinya, anak pertama dari tiga bersaudara ini
dianugerahi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 2011 di Dikpora provinsi. Sejak
itu hidupnya diisi dengan latihan, kejuaraan dan ngantor. Ditambah lagi satu
bebannya yang masih belum terlunasi, menjadi sarjana.
“Hanya satu keinginan saya yang belum kesampaian sampai
sekarang mas, kawin. Makanya saya ingin nazarkan tahun 2016 harus dapat emas
agar nyaman menikah. Kalau saya tidak bisa sumbang emas, mungkin saya tidak
akan kawin,” tuturnya.
Jika telah menikah nanti, Mila ingin menjalani hari-harinya
seperti wanita biasa. Kecintaannya pada silat akan dilanjutkan lewat jalan
menjadi pelatih. “Saya rasa sudah cukup mas saya jadi atlet silat, tapi saya
maunya jadi pelatih nanti. Kan nyaman tuh, setelah ngantor kita latih orang,”
tutupnya.
No comments:
Post a Comment