Tuesday, September 29, 2015

Mengenal Atlet-Atlet NTB di Ajang Pelatda (18)



Bernazar Menikah Jika Dapat Emas

Segudang prestasi telah dipersembahkan untuk daerahnya, namun persoalan cinta tak seirama dengan kecemerlangan yang diperoleh. Indrya Milasari pernah gagal menikah karena diselingkuhi oleh pria yang sangat dicintainya.

AZWAR ZAMHURI – MATARAM

Seluruh pencinta olahraga di Gumi Gora tentu tidak asing lagi mendengar nama Indrya Milasari. Atlet Pencak Silat ini wajahnya sudah familiar di surat kabar daerah. Tahun lalu saja emas berhasil dipersembahkan untuk NTB dalam PON XIII 2012 Riau.
Atlet yang pernah bercita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan) ini mengaku tak ingin lagi mengalami gagal cinta membangun mahligai pernikahan seperti PON 2012 lalu. Dalam janjinya, ia akan segera menikah setelah berhasil mempersembahkan emas pada PON mendatang.
“Sebenarnya 2012 saya mau menikah mas, tapi gak jadi karena kami putus. Dia selingkuhi saya waktu itu,” ceritanya pada Radar Lombok. Sejak itu Mila tak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama, karena itu sangat menyakitkan.
Indrya Milasari merupakan Atlet NTB yang tergabung di Pelatda untuk ketiga kalinya. Berasal dari keluarga silat, sejak sekolah di SD 1 Bleka Lombok Barat ia dituntut agar menekuni silat. “Ayah saya kan pelatih di perguruan Cempaka Putih, jadi mau tidak mau saya diharuskan ikut latihan,” ungkap gadis yang lahir 17 Juni 1989 ini.
Saat sekolah di SMP 1 Gerung, ia dipercaya mengikuti mengikuti kejuaraan Gubernur Cup. Mila pun berhasil menyabet emas dalam kejuaraan tersebut. Kemudian ia bergabung di PPLP NTB ketika sudah masuk SMA 2 Mataram. Kini Mila masih tercatat sebagai mahasiswi semester XII jurusan FPOK di IKIP Mataram.
“Saya belum wisuda memang, karena dulu waktu semester V ambil cuti untuk fokus mengikuti kejuaraan-kejuaraan di luar daerah,” terangnya.
Prestasi yang telah diukir oleh seorang Indrya Milasari memang cukup membanggakan Cindra Bagas Alam dan Farida selaku orangtuanya. Diantaranya mendapatkan dua kali emas dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS, tiga kali mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Kejuaraan antar PPLM , mengikuti PON 2008 dan 2012. Lengkap sudah pengalaman yang telah didapatkannya.
Atas semua prestasinya, anak pertama dari tiga bersaudara ini dianugerahi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 2011 di Dikpora provinsi. Sejak itu hidupnya diisi dengan latihan, kejuaraan dan ngantor. Ditambah lagi satu bebannya yang masih belum terlunasi, menjadi sarjana.
“Hanya satu keinginan saya yang belum kesampaian sampai sekarang mas, kawin. Makanya saya ingin nazarkan tahun 2016 harus dapat emas agar nyaman menikah. Kalau saya tidak bisa sumbang emas, mungkin saya tidak akan kawin,” tuturnya.
Jika telah menikah nanti, Mila ingin menjalani hari-harinya seperti wanita biasa. Kecintaannya pada silat akan dilanjutkan lewat jalan menjadi pelatih. “Saya rasa sudah cukup mas saya jadi atlet silat, tapi saya maunya jadi pelatih nanti. Kan nyaman tuh, setelah ngantor kita latih orang,” tutupnya.


No comments:

Post a Comment