Ada berita aneh nih, Bupati Lombok Timur takut dianggap tidak peduli Petani... Takut gak dapat suara dari Para Petani pada PILKADA 2013 besok. Lebih anehnya lagi statment yang mengatakan bahwa tahun ini PEMKAB menggelontorkan uang kepada petani sebesar 11, 5 Miliar... Hahahahaaaa .... padahal sudah bukan rahasia lagi kalau itu uang DBHCHT... Ini kan parraaaahhh ....!!! Simak aja yaaa ... !!!
SELONG, GOMONG.COM – Adanya ungkapan bahwa Pemkab Lombok Timur (Lotim) lepas tangan mengatasi permasalahan petani tembakau, yang disebarkan oknum tak bertanggung jawab, mendapat reaksi Bupati Lotim HM Sukiman Azmy. Didampingi Wakil Bupati HM Syamsul Luthfi, Bupati memberikan klarifikasi.
“Saya tegaskan Pemkab tidak pernah lepas
tangan terkait permasalahan yang dihadapi petani tembakau tersebut. Setiap permasalahan yang dialami petani tembakau, pemerintah tetap memfasilitasi untuk mencari solusi,” ujarnya pada wartawan.
Bupati menilai, isu yang disebarkan oknum tak bertanggung jawab tersebut, tak beralasan. Dirinya sangat menyayangkan munculnya isu yang dinilai menyesatkan masyarakat tersebut. “Isu ini sengaja disebarkan untuk kepentingan tertentu, yaitu ingin menjatuhkan wibawa dan menjauhkan petani tembakau dengan pemerintah daerah,” tudingnya.
Bupati meminta para petani tembakau untuk berhati-hati dan tak mudah terprovokasi dengan oknum yang ingin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk membuat para petani tembakau resah.
Pemda katanya, tetap memperhatikan dan memperjuangkan aspirari para petani tembakau. Seperti dengan memberikan bantuan modal untuk petani agar kualitas dan mutu tembakaunya menjadi baik. “Tahun ini saja pemkab menggelontorkan dana bantuan pada petani tembakau mencapai Rp 11,5 miliar,” jelasnya.
Pemerintah juga memfasilitasi pertemuan petani dengan pihak perusahaan, agar pihak perusahaan menjadi mitra petani tembakau. Selain itu, memfasilitasi berbagai persoalan seperti masalah harga tembakau.
Apalagi isu yang disebarkan telah terjadi over produksi tembaku, padahal petani saat ini masih sedang melakukan pengomprongan, berikut isu pihak perusahaan tak membeli tembakau petani.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lotim, H.L. Wirentanus yang mendampingi Bupati dan Wakil Bupati. “Tembakau Virginia Lombok masih yang terbaik kualitasnya di dunia,” sebutnya.
Untuk sentralisasi tanaman tembakau Virginia di Lotim yang paling besar terdapat di wilayah bagian selatan. Dengan fasilitas analisa harga kualitas produksi mencapai Rp 40 juta per hektarenya dengan asumsi hasil produksi per hektare sebesar 2 ton.
“Harga tertinggi great tembakau Virginia mencapai Rp 37.000 per kilo. Pemerintah daerah tetap terus berusaha untuk memfasilitasi antara perusahaan mitra dengan petani tembakau agar nantinya petani tidak dirugikan akibat kebijakan perusahaan,” tegas Wirentanus. (dim/won)
SELONG, GOMONG.COM – Adanya ungkapan bahwa Pemkab Lombok Timur (Lotim) lepas tangan mengatasi permasalahan petani tembakau, yang disebarkan oknum tak bertanggung jawab, mendapat reaksi Bupati Lotim HM Sukiman Azmy. Didampingi Wakil Bupati HM Syamsul Luthfi, Bupati memberikan klarifikasi.
“Saya tegaskan Pemkab tidak pernah lepas
tangan terkait permasalahan yang dihadapi petani tembakau tersebut. Setiap permasalahan yang dialami petani tembakau, pemerintah tetap memfasilitasi untuk mencari solusi,” ujarnya pada wartawan.
Bupati menilai, isu yang disebarkan oknum tak bertanggung jawab tersebut, tak beralasan. Dirinya sangat menyayangkan munculnya isu yang dinilai menyesatkan masyarakat tersebut. “Isu ini sengaja disebarkan untuk kepentingan tertentu, yaitu ingin menjatuhkan wibawa dan menjauhkan petani tembakau dengan pemerintah daerah,” tudingnya.
Bupati meminta para petani tembakau untuk berhati-hati dan tak mudah terprovokasi dengan oknum yang ingin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk membuat para petani tembakau resah.
Pemda katanya, tetap memperhatikan dan memperjuangkan aspirari para petani tembakau. Seperti dengan memberikan bantuan modal untuk petani agar kualitas dan mutu tembakaunya menjadi baik. “Tahun ini saja pemkab menggelontorkan dana bantuan pada petani tembakau mencapai Rp 11,5 miliar,” jelasnya.
Pemerintah juga memfasilitasi pertemuan petani dengan pihak perusahaan, agar pihak perusahaan menjadi mitra petani tembakau. Selain itu, memfasilitasi berbagai persoalan seperti masalah harga tembakau.
Apalagi isu yang disebarkan telah terjadi over produksi tembaku, padahal petani saat ini masih sedang melakukan pengomprongan, berikut isu pihak perusahaan tak membeli tembakau petani.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lotim, H.L. Wirentanus yang mendampingi Bupati dan Wakil Bupati. “Tembakau Virginia Lombok masih yang terbaik kualitasnya di dunia,” sebutnya.
Untuk sentralisasi tanaman tembakau Virginia di Lotim yang paling besar terdapat di wilayah bagian selatan. Dengan fasilitas analisa harga kualitas produksi mencapai Rp 40 juta per hektarenya dengan asumsi hasil produksi per hektare sebesar 2 ton.
“Harga tertinggi great tembakau Virginia mencapai Rp 37.000 per kilo. Pemerintah daerah tetap terus berusaha untuk memfasilitasi antara perusahaan mitra dengan petani tembakau agar nantinya petani tidak dirugikan akibat kebijakan perusahaan,” tegas Wirentanus. (dim/won)