Thursday, November 15, 2012

Dugaan KORUPSI di Lombok Timur


Pada hari pendidikan 2012 PMII melakukan Aksi, saat di DPRD diterima oleh anggota komisi II yang berjanji akan mengusakan aspirasi PMII.

Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  (PMII)  Lombok Timur melakukan  aksi unjuk rasa didepan Kantor Dikpora Lotim, Rabu (2/5)  dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.  Aksi ini sekaligus dalam memperingati  Hardiknas.

Dalam orasinya  Kordum aksi Hanafi menyatakan meningkatnya IPM Kabupaten Lotim harus  seiring dengan pemanfaatan anggran baik dari APBN maupun APBD. Dikarenakan dari fakta dilapangan banyak penyelewengan masih dilakukan oleh oknum tertentu. Pelanggaran yang terjadi  seperti  pada kasus korupsi DAK 2010, belum cairnya  DAK 2011 serta BKM untuk tingkat SMA semester II tahun kemarin.

Selain itu terjadi pelanggaran dalam penyaluran dan penggunaan dana BSM, BKM, BOS serta penerapan baju seragam siswa yang ditentukan oleh sekolah dengan biaya tinggi. Untuk itu PMII menuntut Pemerintah Daerah  menindak  tegas kepala sekolah yang melanggar aturan termasuk dilingkungan  Dikpora.

Setelah berorasi cukup lama Sekretaris Dikpora L. Swandi  menemui para demonstran.  Dalam kesempatan tersebut  L. Swandi menghimbau apabila masyarakat menemukan aanya  pelanggagaran serta penyelewengan anggaran agar segera melaporkan kepada pihaknya. Sangsi berupa tindakan tegas diberlakukan   termasuk memberikan sangsi terhadap kepala sekolah yang  menjual seragam.

Ditambahkannya tanpa publikasi pihaknya juga telah  menunda kenaikan pangkat bagi  beberapa kepala sekolah yang melannggar aturan. Semua kasus yang dilaporkan ditindaklanjuti agar pelaku dapat jera dengan tindakannya. Setelah melakukan orasi di depan kantor Dikpora Lotim massa PMII melanjutkan orasi yang sama di depan Kantor DPRD. (NTB2)