Pada hari pendidikan 2012 PMII melakukan Aksi, saat di DPRD diterima oleh anggota komisi II yang berjanji akan mengusakan aspirasi PMII.
Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Timur melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Dikpora Lotim, Rabu (2/5) dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian. Aksi ini sekaligus dalam memperingati Hardiknas.
Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Timur melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Dikpora Lotim, Rabu (2/5) dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian. Aksi ini sekaligus dalam memperingati Hardiknas.
Dalam orasinya Kordum aksi Hanafi menyatakan meningkatnya IPM Kabupaten Lotim harus seiring dengan pemanfaatan anggran baik dari APBN maupun APBD. Dikarenakan dari fakta dilapangan banyak penyelewengan masih dilakukan oleh oknum tertentu. Pelanggaran yang terjadi seperti pada kasus korupsi DAK 2010, belum cairnya DAK 2011 serta BKM untuk tingkat SMA semester II tahun kemarin.
Selain itu terjadi pelanggaran dalam penyaluran dan penggunaan dana BSM, BKM, BOS serta penerapan baju seragam siswa yang ditentukan oleh sekolah dengan biaya tinggi. Untuk itu PMII menuntut Pemerintah Daerah menindak tegas kepala sekolah yang melanggar aturan termasuk dilingkungan Dikpora.
Setelah berorasi cukup lama Sekretaris Dikpora L. Swandi menemui para demonstran. Dalam kesempatan tersebut L. Swandi menghimbau apabila masyarakat menemukan aanya pelanggagaran serta penyelewengan anggaran agar segera melaporkan kepada pihaknya. Sangsi berupa tindakan tegas diberlakukan termasuk memberikan sangsi terhadap kepala sekolah yang menjual seragam.
Ditambahkannya tanpa publikasi pihaknya juga telah menunda kenaikan pangkat bagi beberapa kepala sekolah yang melannggar aturan. Semua kasus yang dilaporkan ditindaklanjuti agar pelaku dapat jera dengan tindakannya. Setelah melakukan orasi di depan kantor Dikpora Lotim massa PMII melanjutkan orasi yang sama di depan Kantor DPRD. (NTB2)