Tuesday, August 21, 2012

CLBK dengan Tuhan


Waktu itu, Aku masih belum mengenalmu. Hanya bisa menyapa dengan bahasa Arab tanpa memaknai artinya, Yaaa. Waktu itu Aku masih kelas 3 SD, diajari cara mendekatimu agar Engkau jatuh Cinta.

Semakin usia beranjak remaja, Ada benih-benih cinta tumbuh subur tak terbendung. Dengan keagungan sifat yang terlihat, dan indahnya perangaimu membuat Aku jatuh cinta dan berusaha mendekat. Sampai akhirnya nyata terasa Cintaku terbalas, Aku berlaku manja saat itu… Selalu meminta tanpa malu karena kita sama-sama telah Jatuh Cinta.

Terasa damai kala itu, setiap masalah yang datang selalu kita hadapi berdua. Curhat dan meminta solusi adalah kenangan indah diantara kita. Sampai akhirnya atas kebodohanku Engkau tak ramah lagi, seolah cemburu karena suaramu tak lagi menjadi penuntun, ayat-ayatmu bukan lagi cahaya penerang dalam kegalaluan.  Aku menikmati perselingkuhan itu, dengan tak tau
malu kumelepasmu. Berhenti menjadikan Engkau Pijakan, berhenti mendengar suaramu, berhenti memujimu, berhenti merayumu, berhenti memperdulikan-Mu.

Sejak peristiwa itu, ada rasa yang hilang dalam setiap perjalanan yang kuarungi. Mencoba mendekat dengan perlahan, sedikit demi sedikit kutempel kesalahanku… Merayumu dengan do’a setiap hari, meyakinkanmu dengan pujian setiap waktu,, hingga akhirnya Engkau pun jatuh cinta kembali…

Tapi kebodohan itu datang kembali, Aku terlena dengan kemanjaan. Kasih sayang tulus pemurah membuatku bermodal mencari kesenangan dengan
yang lain, lagi kumelupakanmu. Melupakan jasa-jasamu, melupakan betapa nikmatnya hidup bersamamu…….

Malam ini, di malam yang dingin sepi begini, Aku ingin mengucapkan rasa terimakasihku atas semua yang telah Engkau berikan… Ucapan terimakasih yang dulu belum sempat kusampaikan.

Kini, dalam keadaan sadar tanpa paksaan dan dengan inisiatif sendiri; Aku ingin mengulang semuanya, mengulang kisah manis kita saat bersama dulu….. Yakinku rasa cintamu tak kan pernah hilang pada siapapun yang mendatangi dengan penuh penyesalan…

Aku ingin dekat dengan-Mu lagi Tuhanku, merajut hubungan Hamba-Pencipta yang penuh dengan warna-warni dunia dalam ikatan Taqwa bersembah mempersembahkan diri 95 % pada-Mu.

“Tuhan, ma’afkan segala khilaf selama ini… Ampuni kelemahan Hamba-Mu ini … Terimalah kembali Cinta Suci Ini, Cinta Yang Lama Kini Bersemi Kembali …”

SATU HARAPAN BESARKU,, CINTAILAH DIRI INI  APA ADANYA TUHANKU … !!!


(Azwar Zamhuri)