LOTIM – Bupati Lombok Timur H. Ali Bin Dahlan menganggap jajarannya
tidak bekerja dengan baik. Ia juga mengungkapkan selama ini banyak perjalanan
dinas piktif untuk dijadikan ajang jalan-jalan.
“Perjalanan dinas banyak
ngarang-ngarang, coret saja yang tidak penting. Masa dinas parawisata mau ke
taman mini sja biayanya 250 juta ? Yang gak penting gak usah dianggarkan,”
geram Bupati kontroversial ini dalam sebuah kesempatan.
Dikatakan, dana yang banyak
tersebut lebih baik digunakan untuk membantu buat rumah orang miskin. Setiap
perjalanan yang tidak penting sama artinya mengambil hak rakyat yang seharusnya
didapatkan.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
juga tidak luput dari semprotannya. Ali BD heran dengan orang di Prusda
tersebut yang sering ingin berangkat ke luar daerah untuk pelatihan ataupun
study banding.
“Saya setiap hari juga dapat
undangan. Perjalanan dinas saya banyak, tapi saya tidak mau karena yang kita
gunakan itu uang daerah,” Jelasnya.
Menurut Ali BD, perusahaan daerah
(Prusda) selama ini juga mengecewakan. Aturan yang dibuat dikatakan hanya untuk
kepentingan pribadi, jauh dari kepentingan daerah. “Ini perusahaan daerah,
bukan perusahaan milik pribadi. Yang harus untung itu daerah bukan
pimpinannya,” tegas Bupati.
Ia
juga berpesan kepada seluruh jajarannya agar tidak menganggap diri sebagai
bangsawan. “Jangan hanya gaya-gaya di dalam kantor saja, turun keliling lihat
situasi !” pintanya.
No comments:
Post a Comment