Wednesday, September 30, 2015

IPM Lotim Sulit Naik



SELONG – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur, Lalu Supratna mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sangat sulit naik peringkat. Pasalnya banyak hal yang harus dibenahi jika menginginkan IPM beranjak naik.
“Kalau IPM itu kan ukurannya banyak, dari kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Tidak mudah itu, sulit sekali,” jelasnya.
Menurut data terakhir yang dimiliki BPS Lotim, IPM Gumi Patuh Karya ini tetap bercokol diurutan ketujuh (7) dari sepuluh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTB).
Sementara untuk data kemiskinan yang ada, tahun 2013 tercatat 19,16 persen penduduk Lombok Timur tergolong miskin. Tahun sebelumnya, sebanyak 20,08 persen berada di bawah garis kemiskinan.
Ditanya kemajuan IPM semasa kepemimpinan Ali Bin Dahlan, Supratna mengaku belum ada data yang bisa dipublikasikan. “Kalau untuk yang tahun 2014 mungkin bulan Agustus baru kita tau hasilnya seperti apa,” ucapnya.
Selama ini yang terus didengungkan adalah kecepatan peningkatan indeks, Lombok Timur katanya peringkat dua setelah Mataram. Namun hal tersebut bukan berarti dengan mudah bisa menaikkan IPM itu sendiri.
Dari data yang berhasil dihimpun BPS, tingkat pengangguran yang ada di Lombok Timur kurang dari 20 persen. Tingkat partisifasi orang yang aktif bekerja sebesar 80,39 persen. Lebih dari 50 persen masyarakat bekerja di sektor informasl seperti pertanian.
Dalam waktu dekat, BPS sendiri akan melakukan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) yang nantinya melibatkan kepala dusun (Kadus) maupun ketua rumah tangga (RT).
Selain itu tahun ini juga direncanakan menggelar Survei Penduduk Antar Waktu (SUPAS). Hal ini dianggapnya sangat penting mengingat banyak perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus untuk persiapan sensus ekonomi 2016. Semua itu dimaksudkan guna melakukan update data seperti adanya perubahan peta, jumlah KK dan lain-lain.

No comments:

Post a Comment