Monday, November 4, 2013

Pemerintah Dianggap Lamban Menyelesaikan Konflik di Jeringo



Persoalan masyarakat dalam hal pengklaiman hak milik tanah di Jeringo kecamatan Suela sampai saat ini belum bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah kabupaten Lombok Timur. Hal itu dikeluhkan oleh salah seorang keluarga yang mengikuti program transimigrasi tersebut, Pahrurozi (20).

Masih banyaknya tanah yang bermasalah di Jeringo membuat para pendatang tidak nyaman dan merasa serba salah, apalagi akhir-akhir ini persoalan tersebut semakin memanas disana. Ditambah lagi dengan kekecewaan mereka yang menganggap pemerintah tidak serius menyelesaikan persoalan.

“Kita tentu kecewa ya kalau seperti ini terus, dan dipastikan akan ada kericuhan kalau sampai akhir tahun ini pemerintah tidak segera menyelesaikannya,” ungkap Pahrurozi yang merupakan pendatang juga di desa Jeringo, Senin (04/11/2013).

Menurutnya, ada sekitar 13 orang yang sampai saat ini bermasalah. Warga sudah beberapa mencoba minta bantuan ke pihak DPRD Lombok Timur tapi belum juga ada tanggapan yang serius. Sementara tahun ini adalah akhir dari waktu pembinaan, “Saat ini kan kami masih dalam tahap pembinaan, tapi sekarang saja masalah tidak bisa selesai apalagi nanti kalau kami sudah tidak dibina lagi,” ujar Pahrurozi.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transimigrasi (DISNAKERTRANS) kabupaten Lombok Timur, Sudirman, S. Sos. saat dimintai konfirmasinya terkait persoalan yang terjadi di Jeringo membenarkannya. Pihak pemerintah memang belum bisa menyelesaikan hal tersebut, “Untuk menyelesaikan masalah disana membutuhkan konsentrasi khusus, nanti setelah peringatan hari besar Islam baru kita selesaikan,” ujarnya.

No comments:

Post a Comment