INDAH : Baru memasuki gerbang pemandian Joben,
akan disuguhkan pemandangan indah nan cantik.
Joben pra tahun 2003 hanya tempat pemandian biasa, namun kini
menjadi jantung bagi daerah sekitarnya. Semak belukar telah tergantikan
pohon-pohon menjulang tinggi nan meneduhkan. Tempat menginap, tracking dan
kebutuhan berlibur lainnya lengkap tersedia. Hal yang wajar kiranya
menjadi rebutan pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan Taman Nasional Gunung
Rinjani (TNGR).
AZWAR ZAMHURI - LOTIM
Obyek wisata Joben, desa
Pesanggerahan Kecamatan Montong Gading telah dikenal sejak dulu. Tempat
pemandian tersebut semakin mampu menjaga eksistensinya dengan inovasi kreatif
yang dipercantik.
Udara dingin akan mulai terasa
kala berada di silayah obyek wisata tersebut. Memasuki gerbang area wisata akan
lansung disambut pemandangan indah dari tata kelolanya. Ditambah lagi banyaknya
mata air yang ada semakin menambah nilai eksotis.
Keindahan yang ada di area Resort
Joben mulai dirintis tahun 2003 lalu oleh Wasmad, seorang pensionan Tentara
Nasional Indonesia (TNI). Semak belukar yang disulap dengan bibit-bibit pohon
yang setelah beberapa tahun kemudian menjadi sangat bermanfaat bagi kecantikan
Joben maupun manfaat yang dirasakan masyarakat.
Pohon rimbun yang ada di Joben
tidak hanya berfungsi sebagai penyempurna hijaunya obyek wisata. Lebih dari itu
menjadi hulu penampungan air di wilayah tersebut. “Pandandure itu tidak akan
berguna tanpa Joben karena disinilah sumber airnya,” ucap Kepala Resort Joben,
Wasmad.
Penanaman pohon yang dilakukannya
sejak 2003 silam memiliki dampak positif yang begitu besar. Mata air bertambah
menjadi 24 dari yang semula hanya sepuluh.
Jenis pohon yang telah ditanam
beraneka ragam, bahkan direncanakan semua jenis pohon aka nada di Resort Joben.
“Dari dulu kita sudah pembibitan. Jadi kalau di hutan satu jenis pohon tidak
ada, disini masih ada,” ujar Wasmad.
Menariknya lagi lanjut Wasmad,
pembibitan yang dilakukannya bernilai ekonomis. “Rajumas itu seribu lima ratus
per biji, kalau kita jual ribuan biji kita dapat jutaan,” ungkapnya.
Tidak hanya dari sisi ekonomis,
dengan banyaknya pohon yang ada di Joben turut memudahkan masyarakat yang
beternak sapi. Hal itu diakui oleh Sahwan, seorang warga peternak sapi. “Kami
merasa sangat terbantu setelah adanya pemanfaatan hutan Joben, beternak sapi tidak
jadi sulit kita cari pakan,” ceritanya.
Sahwan mengakui awalnya tidak
senang dengan para petugas Resort Joben. Namun setelah menyaksikan dampak
positif yang dihasilkan ia kini lebih sering duduk bareng bersama petugas.
“Kalau sekarang serasa keluarga sendiri,” celetuknya.
Menurut Wasmad, kendala yang
dihadapinya selama ini pola piker masyarakat sekitar. Namun secara perlahan
dirinya akan berusaha mendorong kea rah yang lebih baik. Mulai dengan
pembinaan-pembinan maupun memberikan bantuan skillnya ke desa-desa sekitar.
No comments:
Post a Comment