Wednesday, September 30, 2015

Masyarakat Merasa Terbantu Hutan Joben




INDAH : Baru memasuki gerbang pemandian Joben, akan disuguhkan pemandangan indah nan cantik.

Joben pra tahun 2003 hanya tempat pemandian biasa, namun kini menjadi jantung bagi daerah sekitarnya. Semak belukar telah tergantikan pohon-pohon menjulang tinggi nan meneduhkan. Tempat menginap, tracking dan kebutuhan berlibur lainnya lengkap tersedia. Hal yang wajar kiranya menjadi rebutan pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

AZWAR ZAMHURI - LOTIM

Obyek wisata Joben, desa Pesanggerahan Kecamatan Montong Gading telah dikenal sejak dulu. Tempat pemandian tersebut semakin mampu menjaga eksistensinya dengan inovasi kreatif yang dipercantik.
Udara dingin akan mulai terasa kala berada di silayah obyek wisata tersebut. Memasuki gerbang area wisata akan lansung disambut pemandangan indah dari tata kelolanya. Ditambah lagi banyaknya mata air yang ada semakin menambah nilai eksotis.
Keindahan yang ada di area Resort Joben mulai dirintis tahun 2003 lalu oleh Wasmad, seorang pensionan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Semak belukar yang disulap dengan bibit-bibit pohon yang setelah beberapa tahun kemudian menjadi sangat bermanfaat bagi kecantikan Joben maupun manfaat yang dirasakan masyarakat.
Pohon rimbun yang ada di Joben tidak hanya berfungsi sebagai penyempurna hijaunya obyek wisata. Lebih dari itu menjadi hulu penampungan air di wilayah tersebut. “Pandandure itu tidak akan berguna tanpa Joben karena disinilah sumber airnya,” ucap Kepala Resort Joben, Wasmad.
Penanaman pohon yang dilakukannya sejak 2003 silam memiliki dampak positif yang begitu besar. Mata air bertambah menjadi 24 dari yang semula hanya sepuluh.
Jenis pohon yang telah ditanam beraneka ragam, bahkan direncanakan semua jenis pohon aka nada di Resort Joben. “Dari dulu kita sudah pembibitan. Jadi kalau di hutan satu jenis pohon tidak ada, disini masih ada,” ujar Wasmad.
Menariknya lagi lanjut Wasmad, pembibitan yang dilakukannya bernilai ekonomis. “Rajumas itu seribu lima ratus per biji, kalau kita jual ribuan biji kita dapat jutaan,” ungkapnya.
Tidak hanya dari sisi ekonomis, dengan banyaknya pohon yang ada di Joben turut memudahkan masyarakat yang beternak sapi. Hal itu diakui oleh Sahwan, seorang warga peternak sapi. “Kami merasa sangat terbantu setelah adanya pemanfaatan hutan Joben, beternak sapi tidak jadi sulit kita cari pakan,” ceritanya.
Sahwan mengakui awalnya tidak senang dengan para petugas Resort Joben. Namun setelah menyaksikan dampak positif yang dihasilkan ia kini lebih sering duduk bareng bersama petugas. “Kalau sekarang serasa keluarga sendiri,” celetuknya.
Menurut Wasmad, kendala yang dihadapinya selama ini pola piker masyarakat sekitar. Namun secara perlahan dirinya akan berusaha mendorong kea rah yang lebih baik. Mulai dengan pembinaan-pembinan maupun memberikan bantuan skillnya ke desa-desa sekitar.

No comments:

Post a Comment