Wednesday, September 30, 2015

Petir Hancurkan Rumah Warga





ROBOH : Tembok kamar hancur dan roboh ke bawah jurang akibat sambaran petir yang sangat dahsyat.

LOTIM – Hujan lebat diiringi guntur dan petir hancurkan rumah Inaq Fauziah (50), seorang warga RW. Setia Kawan desa Rempung Kecamatan Pringgasela, Senin (16/3) kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah yang menggegerkan masyarakat setempat tersebut.
 Rumah yang terletak di atas jurang tersebut rusak parah setelah dua kali petir secara beruntun menyambar dengan ganas. “Sekitar jam 14.00 Wita, petir pertama buat saya kaget karena bangunan rumah tergoncang. Tapi petir yang kedua lansung merobohkan tembok bangunan,” ceritanya pada Radar Lombok saat ditemui, kemarin.
Atas kejadian itu, dua bangunan kamar hancur karena temboknya roboh. Kasur tempat tidur rusak, alat-alat dapur tidak bisa digunakan lagi. Tempat menaruh beras juga hancur, syukur satu buah motor bisa diselamatkan.
Menurut Inaq Fauziah, dirinya sedang berada di dalam  rumah bersama seorang cucu saat hujan lebat dan petir yang ganas. “Tubuh saya masih lemas, benar-benar syok rasanya,” ucapnya.
Sisa bangunan rumah tersebut masih berserakan pada sore harinya. Masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian itu dengan cepat datang berduyun-duyun melihat lansung. Terlebih beberapa hari sebelumnya rumah H. Burhanudin sempat tersambar petir namun tidak sedahsyat pada Senin siang yang merobohkan bangunan rumah inaq Fauziah.
Kepala Dusun (Kadus) setempat, Mukhlis yang tiba di lokasi kejadian lansung membantu pembersihan. Ia berencana akan menghubungi Kepala Desa (Kades) dan juga pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Tadi saya sedang tidur siang waktu kejadian, karena ada ribut-ribut makanya saya lansung datang kesini,” ucap Mukhlis.
Selain itu pemerintah desa juga akan bersurat ke Bupati Lombok Timur. “Kita mau bersurat ke Bupati agar bisa membantu musibah ini,” ucap Sunardi, salah seorang anggota Badan Permusyawratan Desa (BPD) yang berada di lokasi.
Petir yang telah merusak rumah warga inaq Fauziah tersebut diperkirakan mengalami kerugian belasan juta rupiah. “Harapan saya ada perhatian dari pemerintah. Ini kan termasuk bencana alam,” kata Saderi, anak kandung inaq Fauziah.
Sementara itu salah seorang warga yang turut datang ke lokasi kejadian merasa prihatin atas musibah yang menimpa inaq Fauziah. “Kasian saya, apalagi beliau tidak ada temannya berpikir (Suami telah lama tiada – red),” ujar Hasminiati.

No comments:

Post a Comment