ROBOH : Tembok kamar hancur dan roboh ke bawah jurang akibat sambaran
petir yang sangat dahsyat.
LOTIM – Hujan lebat diiringi guntur dan petir hancurkan rumah Inaq
Fauziah (50), seorang warga RW. Setia Kawan desa Rempung Kecamatan Pringgasela,
Senin (16/3) kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah yang menggegerkan
masyarakat setempat tersebut.
Rumah yang terletak di atas jurang tersebut
rusak parah setelah dua kali petir secara beruntun menyambar dengan ganas. “Sekitar
jam 14.00 Wita, petir pertama buat saya kaget karena bangunan rumah tergoncang.
Tapi petir yang kedua lansung merobohkan tembok bangunan,” ceritanya pada Radar
Lombok saat ditemui, kemarin.
Atas kejadian itu, dua bangunan
kamar hancur karena temboknya roboh. Kasur tempat tidur rusak, alat-alat dapur
tidak bisa digunakan lagi. Tempat menaruh beras juga hancur, syukur satu buah
motor bisa diselamatkan.
Menurut Inaq Fauziah, dirinya
sedang berada di dalam rumah bersama
seorang cucu saat hujan lebat dan petir yang ganas. “Tubuh saya masih lemas,
benar-benar syok rasanya,” ucapnya.
Sisa bangunan rumah tersebut
masih berserakan pada sore harinya. Masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian
itu dengan cepat datang berduyun-duyun melihat lansung. Terlebih beberapa hari
sebelumnya rumah H. Burhanudin sempat tersambar petir namun tidak sedahsyat pada
Senin siang yang merobohkan bangunan rumah inaq Fauziah.
Kepala Dusun (Kadus) setempat,
Mukhlis yang tiba di lokasi kejadian lansung membantu pembersihan. Ia berencana
akan menghubungi Kepala Desa (Kades) dan juga pihak Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD).
“Tadi saya sedang tidur siang
waktu kejadian, karena ada ribut-ribut makanya saya lansung datang kesini,”
ucap Mukhlis.
Selain itu pemerintah desa juga
akan bersurat ke Bupati Lombok Timur. “Kita mau bersurat ke Bupati agar bisa
membantu musibah ini,” ucap Sunardi, salah seorang anggota Badan Permusyawratan
Desa (BPD) yang berada di lokasi.
Petir yang telah merusak rumah
warga inaq Fauziah tersebut diperkirakan mengalami kerugian belasan juta
rupiah. “Harapan saya ada perhatian dari pemerintah. Ini kan termasuk bencana
alam,” kata Saderi, anak kandung inaq Fauziah.
Sementara itu salah seorang warga yang turut
datang ke lokasi kejadian merasa prihatin atas musibah yang menimpa inaq
Fauziah. “Kasian saya, apalagi beliau tidak ada temannya berpikir (Suami telah
lama tiada – red),” ujar Hasminiati.
No comments:
Post a Comment