Beberapa waktu terakhir pantai Pink menjadi pembicaraan hangat
banyak orang. Keindahan dan keunikannya mampu menarik wisatawan lokal maupun
mancanegara. Namun sayangnya tetesan syurga di Gumi Patuh Karya tersebut tidak
didukung infrastruktur jalan yang memadai.
AZWAR ZAMHURI – LOTIM
Jauh dari pusat Kota Selong, di wilayah Selatan tepatnya Desa
Sekaroh Kecamatan Jerowaru terdapat sebuah obyek wisata yang pantas dianggap
tetesan Syurga. Sebutan itu tidak berlebihan sama sekali bagi mereka yang
sempat berkunjung dan dimanjakan matanya dengan keindahan Pantai Pink.
Ingin membuktikan ketenaran indahnya pantai tersebut, Radar
Lombok berusaha mengunjungi lansung. Butuh perjuangan dan kesabaran yang tinggi
agar bisa sampai disana. Jalan rusak berkilo-kilo meter mulai dari desa
Pemongkong, seperti tidak ada yang istimewa disana sehingga pemerintah tidak
memberikan perhatian lebih.
Sepi dan seram, itulah yang yang ada selain jalan rusak
parah. Namun sepanjang jalan selalu ditemani keindahan alam yang memukau. Bukit-bukit
hijau dipastikan memanjakan mata setiap yang melihatnya.
Setelah berjuang keras menahan perut yang dikocok oleh
amburadulnya jalan, semua itu tuntas terbayarkan setelah berhasil sampai di
obyek wisata yang tengah populer tersebut. Hanya dengan bermodalkan lima ribu rupiah
pengunjung bisa masuk membawa motor dengan harus berhati-hati karena tajamnya
penurunan menuju pesisir pantai Pink.
Berada di area pantai Pink serasa di dalam Syurga. Di depan
mata laut biru terhampar jernih bersih, sementara samping kiri kanan bukit
hijau mengelilingi dengan pesonanya. Ditambah pasir unik berwarna Pink semakin
membuat siapapun terkesan.
Air dan pesisir pantai begitu bersih, pohon-pohon besar
terjejer rapi meneduhkan siapapun yang berada di bawahnya. Tempat berjualan pun
sudah tertata rapi puluhan meter dari ombak laut. Nampak wisatawan luar daerah
dan luar negeri begitu menikmati liburannya. Sesekali jelas terdengar tawa
mereka bercanda ria menggunakan bahasa Inggris.
“Silahkan duduk mas, disini aja nyantai,” ucap amaq Toni pada
Radar Lombok. Ia merupakan salah satu warga desa Sekaroh yang menggantungkan
hidupnya pada bidang parawisata. “Saya yang punya perahu itu, kalau bule atau
orang luar mau keliling jalan-jalan di atas laut bisa menggunakan jasa saya.
Bagi yang mau snorkeling (menyelam – red) juga bisa saya layani,” ucap Amaq
Toni setelah berkenalan.
Tak jauh dari berugak itu, nampak sepasang muda-mudi baru
turun dari perahu setelah berputar-putar di tengah laut yang indah. Saat Radar
Lombok menyambangi mereka mengaku dari Jakarta.
“Nama saya Selin mas, dan ini Micael,” kata Selin perkenalkan
diri. Mereka beberapa wisatawan yang puas dengan keindahan Pantai Pink.
Sembari menyedot air kelapa muda seharga lima belas ribu,
Selin mengungkapkan kekagumannya. “Gak nyesel kami kesini, seru banget dan puas
rasanya. Tapi jalannya dari tempat penginapan kesini berdebu, gak hotmix.
Hehe,” katanya tersenyum.
Hal senada diutarakan Micael, kedatangannya kesini sengaja
karena begitu penasaran dengan pantai Pink. “Saya tau dari instagram mas, indah
banget saya liat. Apalagi dibumbui dengan pasir yang katanya aneh, jadi pengen
banget deh kesini,” ungkapnya.
Ia mengatakan keindahan yang ada disini seharusnya diketahui
oleh semua orang. “Kami pus mas, pasti akan kembali lagi kesini,” ujarnya.
Suhu pantai Pink memang cukup terik, namun pohon-pohon besar
yang terjejer rapi mampu meneduhkan wisatawan. Beberapa bule terlihat rebahkan
diri di bawah pohon, sembari memejamkan mata tawa terdengar riuh dalam canda
dengan teman-temannya.
Masalah keamanan dan kenyamanan tidak usah dikhawatirkan. Petugas
siap siaga menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. “Jam delapan aja saya
sudah disini mas, itu tiap hari saya lakukan untuk jaga keamanan dan kenyamanan
pengunjung,” kata Mardi, petugas setempat yang katanya mendapat gaji bulanan.
Menurutnya, setiap hari selalu ada wisatawan yang berkunjung.
“Kalau sekarang ini gak ramai namanya mas, tapi coba datang kesini hari sabtu
atau minggu. Pokoknya kalau hari libur itu rmai banget disini,” jelasnya.
No comments:
Post a Comment