Tuesday, September 29, 2015

Tetesan Syurga Di Gumi Patuh Karya

Beberapa waktu terakhir pantai Pink menjadi pembicaraan hangat banyak orang. Keindahan dan keunikannya mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun sayangnya tetesan syurga di Gumi Patuh Karya tersebut tidak didukung infrastruktur jalan yang memadai.

AZWAR ZAMHURI – LOTIM

Jauh dari pusat Kota Selong, di wilayah Selatan tepatnya Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru terdapat sebuah obyek wisata yang pantas dianggap tetesan Syurga. Sebutan itu tidak berlebihan sama sekali bagi mereka yang sempat berkunjung dan dimanjakan matanya dengan keindahan Pantai Pink.
Ingin membuktikan ketenaran indahnya pantai tersebut, Radar Lombok berusaha mengunjungi lansung. Butuh perjuangan dan kesabaran yang tinggi agar bisa sampai disana. Jalan rusak berkilo-kilo meter mulai dari desa Pemongkong, seperti tidak ada yang istimewa disana sehingga pemerintah tidak memberikan perhatian lebih.
Sepi dan seram, itulah yang yang ada selain jalan rusak parah. Namun sepanjang jalan selalu ditemani keindahan alam yang memukau. Bukit-bukit hijau dipastikan memanjakan mata setiap yang melihatnya.
Setelah berjuang keras menahan perut yang dikocok oleh amburadulnya jalan, semua itu tuntas terbayarkan setelah berhasil sampai di obyek wisata yang tengah populer tersebut. Hanya dengan bermodalkan lima ribu rupiah pengunjung bisa masuk membawa motor dengan harus berhati-hati karena tajamnya penurunan menuju pesisir pantai Pink.
Berada di area pantai Pink serasa di dalam Syurga. Di depan mata laut biru terhampar jernih bersih, sementara samping kiri kanan bukit hijau mengelilingi dengan pesonanya. Ditambah pasir unik berwarna Pink semakin membuat siapapun terkesan.
Air dan pesisir pantai begitu bersih, pohon-pohon besar terjejer rapi meneduhkan siapapun yang berada di bawahnya. Tempat berjualan pun sudah tertata rapi puluhan meter dari ombak laut. Nampak wisatawan luar daerah dan luar negeri begitu menikmati liburannya. Sesekali jelas terdengar tawa mereka bercanda ria menggunakan bahasa Inggris. 
“Silahkan duduk mas, disini aja nyantai,” ucap amaq Toni pada Radar Lombok. Ia merupakan salah satu warga desa Sekaroh yang menggantungkan hidupnya pada bidang parawisata. “Saya yang punya perahu itu, kalau bule atau orang luar mau keliling jalan-jalan di atas laut bisa menggunakan jasa saya. Bagi yang mau snorkeling (menyelam – red) juga bisa saya layani,” ucap Amaq Toni setelah berkenalan.
Tak jauh dari berugak itu, nampak sepasang muda-mudi baru turun dari perahu setelah berputar-putar di tengah laut yang indah. Saat Radar Lombok menyambangi mereka mengaku dari Jakarta.
“Nama saya Selin mas, dan ini Micael,” kata Selin perkenalkan diri. Mereka beberapa wisatawan yang puas dengan keindahan Pantai Pink.
Sembari menyedot air kelapa muda seharga lima belas ribu, Selin mengungkapkan kekagumannya. “Gak nyesel kami kesini, seru banget dan puas rasanya. Tapi jalannya dari tempat penginapan kesini berdebu, gak hotmix. Hehe,” katanya tersenyum.
Hal senada diutarakan Micael, kedatangannya kesini sengaja karena begitu penasaran dengan pantai Pink. “Saya tau dari instagram mas, indah banget saya liat. Apalagi dibumbui dengan pasir yang katanya aneh, jadi pengen banget deh kesini,” ungkapnya.
Ia mengatakan keindahan yang ada disini seharusnya diketahui oleh semua orang. “Kami pus mas, pasti akan kembali lagi kesini,” ujarnya.
Suhu pantai Pink memang cukup terik, namun pohon-pohon besar yang terjejer rapi mampu meneduhkan wisatawan. Beberapa bule terlihat rebahkan diri di bawah pohon, sembari memejamkan mata tawa terdengar riuh dalam canda dengan teman-temannya.
Masalah keamanan dan kenyamanan tidak usah dikhawatirkan. Petugas siap siaga menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. “Jam delapan aja saya sudah disini mas, itu tiap hari saya lakukan untuk jaga keamanan dan kenyamanan pengunjung,” kata Mardi, petugas setempat yang katanya mendapat gaji bulanan.
Menurutnya, setiap hari selalu ada wisatawan yang berkunjung. “Kalau sekarang ini gak ramai namanya mas, tapi coba datang kesini hari sabtu atau minggu. Pokoknya kalau hari libur itu rmai banget disini,” jelasnya.

No comments:

Post a Comment